Selamat Datang di Jamsostek Kantor Cabang Pangkalpinang, Negeri Laskar Pelangi

Munas IV Serikat Pekerja Jamsostek

>> Kamis, 11 Maret 2010

YOGJAKARTA – Untuk meningkatkan manfaat kepesertaan dan penguatan institusi agar menjadi salah satu perusahaan terpercaya, anggota Serikat Pekerja Jamsostek (SPJ) diharapkan menjadi ujung tombak
dalam pelaksanaan program jaminan sosial bagi tenaga kerja .

Hal tersebut diungkapkan Direktur Utama PT Jamsostek (Persero) saat membuka Musyawarah Nasional (Munas) IV Serikat Pekerja Jamsostek (SPJ) di Yogyakarta, kemarin.

Menurutnya, Jamsostek mengusung peningkatan manfaat kepesertaan, baik menyangkut santunan program maupun manfaat tambahan dari kepesertaan lainnya.

Begitu pula terkait alokasi dana peningkatan kesejahteraan (DPKP) serta peningkatan pendanaan untuk program kemitraan dan bina lingkungan (PKBL). Dalam hal ini, alokasi dana untuk DPKP dan PKBL terus
ditingkatkan untuk memberikan manfaat lebih bagi pekerja peserta
beserta keluarganya maupun masyarakat secara umum.

“Pada 2009, tag line kita “Untung Ada Jamsostek” ini berhasil meningkatkan citra PT Jamsostek sebagai perusahaan milik negara. Untuk tahun ini dan ke depan, kita akan usung tag line Jamsostek yang Lebih
Baik, yang intinya memberikan manfaat dan layanan yang lebih baik serta
menjadi institusi penyelenggara jaminan sosial yang lebih baik.
Disinilah anggota SPJ harus menjadi ujung tombak,” ujarnya.

Dalam kegiatan yang dihadiri Direktur Investasi Jamsostek Elvyn Massasya, Kepala Biro Humas Jamsostek M Sarjan Lubis, Kepala Kantor Wilayah VI Jamsostek Junaedi, dan pejabat Jamsostek lainnya, Hotbonar
mengingatkan agar jajaran direksi, pejabat, dan seluruh jajaran
karyawan Jamsostek bersama-sama menjadikan Jamsostek lebih baik dalam
pelayanan dan memberikan manfaat kepada peserta.

Sementara itu, Ketua Umum SPJ Abdul Latif Algaff mengatakan, SPJ terus memperjuangkan aspirasi anggota dalam rangka peningkatan kesejahteraan.

Dalam hal ini, SPJ juga akan terus membangun soliditas anggota
(karyawan Jamsostek) untuk menciptakan lingkungan kerja yang kondusif
sehingga ikut berperan aktif dalam meningkatkan kinerja perusahaan

Read more...

Inspirasi dari Kampung Laskar Pelangi

>> Minggu, 29 November 2009


Belitung. Menyebut nama ini, biasanya orang langsung teringat dengan film Laskar Pelangi. Film itu menggema seantero Tanah Air karena kisahnya inspiratif. Bagi insan Jamsostek, Belitung juga merupakan sumber inspirasi. Itu terlihat dari keberhasilan Kantor Cabang Pangkalpinang-yang membawahi Belitung-dalam mencatat sejumlah prestasi.
Dibawah kepemimpinan Muhammad Akip, instansi ini tak pernah lelah mendorong perusahaan-perusahaan di wilyahnya agar memberi perlindungan kepada pekerja. Usaha ini dilakukan dengan melibatkan pihak lain. Kepala daerah, kalangan Dewan, hingga aparat kepolisian menjadi mitra tak terelakkan. Media massa pun turu diajak serta. Usaha below the line juga dilakukan. Misalnya memasang baliho-baliho disejumlah titik yang isinya menggugah kesadaran masyarakat untuk ikut Jamsostek.

Tak hanya usaha dengan pendekatan yang softly. Shock terapy pun tak luput dilakukan demi mendongkrak kepesertaan program Jamsostek. Dengan surat kuasa khusus, Kejaksaan Tinggi Pangkalpinang memperingatkan perusahaanperusahaan yang membandel.

Meski baru tahap pertama dari tiga tahap penindakan, ternyata hasilnya manjur. Berbagai perusahaan yang semula enggan ikut Jamsostek, kini merupakan peserta aktif. Hasil yang paling spektakuler setelah kerja sama dengan Kejati adalah sebuah BUMN besar serta merta mematuhi UU 3/1992. BUMN ini tercatat pembayar deviden kepada pemerintah terbesar ke-10 secara nasional.

”Semula BUMN itu menerapkan rate JKK 0,77 persen sekarang menjadi 1,74 persen dari upah pokok atau PDS upah menjadi total upah tetap yang diterima karyawannya dilaporkan ke Jamsostek,” kata Akip. Peserta baru juga berdatangan dari perusahaanperusahaan media massa. Babel Pos, Rakyat Pos, Pangkalpinang Pos, Metro Babel dan Bangka Pos serta Bangka TV kini telah menjadi peserta Jamsostek.

Menurut Akip, MoU dengan Kejaksaan dirasakan efektif. Umumnya perusahaan yang mendapat surat peringatan pertama dari kejaksaan akan mematuhi peserta. Sisanya akan diberi surat peringatan kedua. Kalau sampai peringatan ketiga tidak ada respon, akan dipidanakan,” tegas Akib.

Adanya MoU dengan Kejaksaan tersebut bukan berarti karyawan Jamsostek Pangkalpinang berlehaleha dan menggantungkan pada upaya kejaksaan semata. Menurut Akip, justru adanya dukungan berbagai pihak seperti kejaksaan itu, karyawan Jamsostek dituntut lebih giat lagi untuk mendekati perusahaan calon peserta. Semua karyawan Jamsostek Pangkalpinang diharuskan mendapatkan data potensi minimal tiga perusahaan yang belum ikut atau Perusahaan Daftar Sebagian (PDS) per bulan. Kewajiban tambahan ini di luar tugas keseharian. ”Hasilnya, pada tahun 2009 ini terdata potensi baru sebanyak 125 perusahaan,” kata Akip.

Kerja keras itu membuahkan hasil. Kantor Cabang Pangkalpinang yang tahun lalu memberikan kontribusi terhadap iuran nasional sebesar Rp 32,5 miliar, tahun ini ditargetkan mampu menaikkan jumlah iuran tersebut hingga 37 persen. ”Tahun ini target iuran kepesertaan sebesar Rp 44,5 miliar. Insya Allah kami dapat mencapainya,” kata Akip bersemangat.

Rata-rata peserta program Jamsostek di Pangkalpinang terbilang rajin membayar iuran. Tercatat Cabang Pangkalpinang hanya memiliki piutang iuran peserta sebesar 8 persen dari total penerimaan iuran. Cabang ini memiliki peserta sebanyak 1.471 perusahaan dengan jumlah tenaga kerja sebanyak 148.386 orang. (***)

sumber : "Gema Jamsostek" Edisi 07-2009

Read more...

11 UMKM Terima DPKP - Rekomendasi dari PINBUK

>> Rabu, 26 Agustus 2009

PANGKALPINANG, BANGKAPOS- sebanyak 11 UMKM di Pulau Bangka yang telah disurvei Pusat Inkubasi Bisnis dan Usaha Kecil (PINBUK) Babel berhak menerima dana peningkatan kesejahteraan pekerja (DPKP) dari PT. Jamsostek Pangkalpinang.
Kepala Cabang PT. Jamsostek Pangkalpinang, Muhammad Akip mengatakan, dana DPKP diberikan sebagai bentuk kepedulian PT. Jamsostek untuk meningkatkan dunia usaha di Babel, khususnya UMK. “Tahun ini kita menyalurkan Rp. 110 juta kepada 11 unit usaha kecil dan menengah,” kata Akip kepada haria ini, Jumat (21/8) sore).
Dana yang diberikan merupakan pinjaman bergulir mulai Rp. 10 juta sampai Rp. 15 juta. Setelah waktu yang ditentukan dana harus dikembalikan untuk digulirkan lagi.
“Tingkat pengembalian DPKP selama ini mencapai 90 persen, “ ungkap Akip menambahkan, kegiata DPKP kepada UKM tahun ini berbeda dari tahun sebelumnya. Dalam pemberian dana bergulir pihaknya melibatkan PINBUK untuk memberikan rekomendasi.
Kabid Pemasaran PT. Jamsostek Pangkalpinang, Fauzi menambahkan, dilibatkannya PINBUK melakukan survei unit usaha yang memenuhi syarat, dikarenakan PINBUK bertugas dengan independen. “ PINBUK juga dilibatkan untuk menghindari terjadinya penyimpangan dalam pemberian DPKP,” ungkapnya. Untuk DPKP, sebenarnya ada 16 unit usaha yang mengajukan namun hanya 11 unit yang dinilai layak. Direktur PINBUK Babel, So’ib Mansyur mengatakan, pihaknya menetap tiga kriteria, pertama pendapatan yang diperoleh, jaminan yang diberikan utnuk mendapatkan DPKP, dan prospek usaha yang tengah dijalani. “ Survei ini pertama kali dilaksanakan, namun untuk pelatihan bagi unit usaha sudah sering dilakukan, “ kata So’ib.
Penerima DPKP PT. Jamsostek, Nunung mengaku sangat bahagia karena pertama kali menerima dana bergulir. “ Saya mengajukan DPKP untuk usaha warung makan sekitar Rp. 15 juta, namun saya belum tahu berapa yang diterima. Saya sangat bersyukur, semoga bisa mengembalikannya tepat waktu, “ tuturnya. (spa)

Harian Bangka Pos, Senin 24 Agustus 2009

Read more...

Dewan Ancam Perusahaan Tak Ber-Jamsostek

Pangkalpinang-Dalam waktu dekat komisi D DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) akan menyurvei perusahaan-perusahaan besar di Babel yang dianggap tidak mengakomodir karyawannya dalam program Jamsostek. “Komisi D sangat prihatin dengan hal tersebut. Kok bisa tidak mengakomodir karyawannya dengan Jamsostek. Ini menyangkut hal-hal yang azasi dan mendasar. Ini semua sudah ada di UU Tenaker. Bahkan kami dalam waktu dekat akan segera mengakomodir aduan-aduan tersebut dengan memanggil terlebih dahulu pihak Jamsostek, perusahaan yang bersangkutan untuk meminta keterangan dan kebenaran, “ kata salah satu anggota komisi D, Ridwan Thalib kepada wartawan. September mendatang komisi D akan memanggil satu persatu perusahaan yang dianggap tidak menyertakan karyawannya dengan program Jamsostek. Dan itu akan langsung dikomparasi dengan pihak Jamsostek.
Bukan hanya memanggil perusahaan-perusahaan tersebut, dewan juga akan memanggil pihak Disnaker agar mereka juga dapat bergerak cepat mendata perusahaan yang tidak menyertakan Jamsostek. Terlebih perusahaan yang memenuhi persyaratan Jamsostek. “Disnaker kita kayaknya kurang greget ngurusi hal-hal seperti ini. Mereka belum maksimal menerapkan kewajiban-kewajiban perusahaan. Dan data yang ada di kami sekarang ini, ada perusahaan pers di Babel yang tidak ikut Jamsostek. Padahal ini penting untuk melindungi wartawannya. Juga smelter-smelter, “ sesal Ridwan. (emp)

Harian Babel Pos, Sabtu 22 Agustus 2009

Read more...

Jamsostek Pangkalpinang Khitan 40 Anak

>> Jumat, 10 Juli 2009



Pangkalpinang, BangkaPos
—Tidak seperti biasanya, Sabtu (27/6) pagi, Kantor PT. Jaminan Sosial dan Tenaga Kerja (Jamsostek) Kota Pangkalpinang, dipadati sejumlah anak-anak berusia sekitar 7-11 tahun. Para anak-anak yang memadati kantor Jamsostek Pangkalpinang tersebut bukan untuk meminta agar dimasukkan dalam program Jamsostek, melainkan unutk mengikuti kegiatan sunatan massal yang digelar PT. Jamsostek Cabang Pangkalpinang.
Kegiatan tersebut sebagai bentuk kepedulian PT. Jamsostek terhadap warga kurang mampu yang berada disekitar lingkungan PT. Jamsostek dan para peserta Jamsostek sendiri.
Kepala Cabang PT. Jamsostek Pangkalpinang, Muhammad Akip mengatakan, kegiatan sunatan massal yang dilaksanakan yang digelar tersebut merupakan agenda rutin PT. Jamsostek Pangkalpinang. “Kegiatan yang dilakukan setiap tahun ini, sebagai realisasi program Dana Peningkatan Kesejahteraan Pekerja (DPKP) atau Coorporate Social Responsibility (CRS) PT. Jamsostek terhadap masyarakat,” ungkap Akip.
Untuk tahun ini kegiatan bhakti sosial diselenggarakan langsung di kantor PT. Jamsostek, sedangkan di tahun sebelumnya dilakukan di lingkungan perusahaan seperti perusahaan perkebunan.
Mengenai pelaksanaan kegiatan sunatan, pihaknya bekerja sama dengan Dinas Kesehatan kota Pangkalpinang. “Untuk kegiatan bhakti sosial ini kita mengundang sekitar 40 anak yang akan disunat,” ungkapnya.
Ketua Pelaksana Kegiatan Sunatan Massal Harli mengatakan, kegiatan sunatan massal ini khusus untuk anak dari keluarga yang kurang mampu. “Bagi anak-anak yang telah disunat kita akan antar sampai kerumah. Selain itu, kita memberi mereka uang saku dan kain sarung,” ujarnya.

Sumber : Harian Bangka Pos, Minggu, 28 Juni 2

Read more...

Peringatan Hardiknas : Jamsostek Beri Beasiswa, Sriwijaya Diskon

>> Selasa, 05 Mei 2009


Pangkalpinang- Memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Senin (4/5) kemarin, melakukan upacara. Gubernur Babel, Ir. Eko Maulana Ali, MSC, langsung bertindak selaku Pembina Upacar yang diikuti para pelajar, para pejabat pemerintahan Provinsi Babel serta unsur-unsur Muspida Provinsi Babel.
Selain itu juga, dalam upacar peringatan Hardiknas kemarin, PT. Jamsostek memberikan beasiswa kepada anak para pekerja yang masuk dalam Jamsostek yang berprestasi dan tidak mampu.
Selain itu, kemarin juga Sriwijaya Air juga melakukan penandatanganan MoU dengan Asosiasi Kepala Sekolah Seluruh Indonesia. Dalam MoU tersebut Sriwijaya Air memberikan diskon 10 persen untuk guru yang berangkat naik pesawat Sriwijaya Air.
Dalam peringatan Hardiknas kemarin, Gubernur Babel menyampaikan sambutan Menteri Pendidikan Nasional Prof. Dr. Bambang Sudibyo, MBA. Adapun tema yang dalam peringatan Hardiknas tahun ini adalah Pendidikan Sains, Teknologi dan Seni Menjamin Pembangunan Berkelanjutan dan Meningkatkan Daya Saing Bangsa.
Tema tersbeut sangat relevan dengan permasalahan dewasa ini. Dalam konteks peningkatan mutu pendidikan nasional untuk menyiapkan insan Indonesia yang cerdas dan berdaya saing.
Disampaikan Gubernur meskipun upaya untuk mencerdaskan kehidupan Bangsa telah menampakkan banyak kekurangan, namun masih terdapat banyak kekurangan dan tantangan yang harus dihadapi. Oleh karena itu semua harus bekerja keras utnuk membangun pendidikan nasional. Dalam rangka peningkatan mutu dan pemerataan pendidikan melalui berbagai terobosan kebijakan.
Untuk kedepan ini pembangunan pendidikan nasional sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan tuntutan zaman terus ditingkatkan. Utnuk itu pada tahun 2009 ini Depdiknas telah menetapkan 11 terobosan kebijakan. Dan telah menunjukkan hasil-hasil yang positif.
Sebelas kebijakan tersebut, disampaikan Gubernur diantaranya, pendanaan pendidikan secara massal, peningkatan kualifikasi dan sertifikasi pendidik, penerapan TIK untuk e-pembelajaran dan e-administrasi.
Kemudian pembangunan prasarana dan sarana pendidikan, rehabilitasi prasarana dan sarana pendidikan, reformasi perbukuan secara mendasar, peningkatan mutu dan daya saing pendidik dengan pendekatan komprehensif.
Perbaikan rasio peserta didik SMK/SMA, otonomisasi satuan pendidikan, intensig=fikasi dan ekstensifikasi, pendidikan non formal dan informal. Untuk menggapai layanan pendidikan kepada peserta didik yang tak terjangkau pendidikan formal dan penguatan tata kelola, akuntabilitas dan citra publik pendidikan dengan pendekatan komprehensif.
Oleh karena itu ditambahkan Gubernur, pada peringatan Hardiknas ini Mendiknas mengajak semua pihak, para pendidik, peserta didik, pemerintah daerah dan masyarakat luas untuk meneruskan cita-cita para pahlawan pendidikan.
Hal ini tidak lain untuk bersama-sama membangun dan memajukan pendidikan. Agar bisa menyongsong masa depan yang gemilang. (awa)

Sumber : Harian Babel Pos, 5 Mei 2009


Peringatan Hardikas
- Sriwijaya Air Beri Diskon 10% untuk Kepsek
- Untuk Guru Segera Menyusul
- Jamsostek kucurkan Beasiswa Rp. 121 Juta

Pangkalpinang......
Dilakukan juga penyerahan beasiswa kepada anak para tenaga kerja yang mengikuti program Jamsostek. Beasiswa ini diberikan kepada 63 Siswa yang terdiri dari siswa SD, SMP, SLTA dan Perguruan Tinggi. Kepada siswa SD dan SMP diberikan biaya sebesar Rp. 150.000 tiap bulan selama satu tahun. Untuk siswa SLTA dan mahasiswa Perguruan Tinggi diberikan beasiswa sebesar Rp. 200.000 tiap bulan. ” Total bantuan beasiswa yang diberikan Jamsostek ini, sebesar Rp. 121.800.000 yang diberikan kepada 63 orang, ”ujar M. Akip Kepala Cabang Jamsostek Pangkalpinang (nov/5)

Sumber Kutipan : Harian Rakyat Pos, 5 Mei 2009



Upacara Hardiknas di Halaman Kantor Gubernur
Dari BOS hingga Beasiswa

PANGKALPINANG, BANGKA POS- Gubernur Bangka Belitung (Babel), Eko Maulana Ali mengajak seluruh masyarakat Babel menjadikan Hari Pendidikan Nasional sebagai semangat untuk terus membangun Indonesia menjadi bangsa yang berbudaya, cerdas, dan berdaya saing. Dalam kesempatan itu, Eko menyampaikan sambuatn Menteri Pendidikan dengan tema pendidikan sains, teknologi, dan seni menjamin pembangunan berkelanjuta dan meningkatkan daya saing bangsa.
Peringatan Hardiknas di Babel digelar di halaman upacara Kantor Gubernur Babel, Senin (4/5) siang. Bertindak sebagai pembina upacara adalah Gubernur Babel, sedangkan pemimpin upacara Kompol Ade Johan Sinaga. Upacara ini dihadiri para guru, siswa, kepolisian, dan unsur muspida lainnya. Usai upacara dilakukan penandatanganan MoU antara Sriwijya Air dengan Persatuan Kepala Sekolah Babel. Sriwijaya memberikan diskon 10 persen dari harga tiket Sriwijaya kepada kepala sekolah dan nantinya kepada para guru. Sementara Jamsostek menyerahkan beasiswa kepada 63 anak tenaga kerja yang mengikuti program mereka.
Menurut Gubernur, meskipun upaya mencerdaskan kehidupan bangsa terus dilakukan, namun masih terdapat banyak kekurangan serta tantangan yang harus dihadapi. Oleh karena itu, kata gubernur, semua pihak harus bekerja keras untuk membangun pendidikan nasional dalam rangka peningkatan mutu dan pemerataan pendidikan.
Gubernur melanjutkan, untuk meningkatkan mutu pendidikan, berbagai upaya telah dilakukan, salah satunya dengan adanya program Bantuan Operasional Sekolah (BOS), Bantuan Khusus Murid (BKM), Bantuan Operasional Manajemen Mutu (BOMM), dan program beasiswa telah menunjukkan hasil dan manfaat yang signifikan dalam pengembangan mutu pendidikan.
”Mulai Januari 2009, biaya satuan BOS, termasuk BOS buku, untuk tiap siswa /tahun naik menjadi Rp. 400.000 untuk SD dikota dan SD i kabupaten Rp. 397.000, SMP di kota Rp. 575.000, sedangkan SMP di kabupaten Rp. 570.000,” katanya.

Peduli Pendidikan
Sementara Sriwijaya Air melakuakn MoU dengan Persatuan Kepala Sekolah. Sriwijaya memberikan diskon 10 persen dari harga tiket Sriwijaya terhadap kepsek dan nantinya kepada para guru.
Dikson ini diberikan sebagai bentuk kepedulian Sriwijaya kepada para guru di Bebl melalui program SCR-nya. ”Ini sebagai apresiasi kita kepada dunia pendidikan,” kata Comercial Director Sriwijaya, Toto Nursatyo.
Adapun Jamsostek menyerahkan beasiswa kepada anak para tenaga kerja yang mengikuti program Jamsostek. Beasiswa diberikan kepada 63 siswa mulai tingkat SD, SMP, SLTA dan SMP selama setahun, SLTA dan PT Rp. 200.000/bulan. ” Bantuan keseluruhan Rp. 121.800.000 kepada anak pesekra yang berprestasi,” kata Kepala Cabang Jamsostek Pangkalpinang, Muhammad Akip. (i4)

Sumber : Harian Bangka Pos, 5 Mei 2009





Read more...

Program Jamsostek laku dijual

>> Senin, 30 Maret 2009

Caleg DPD Babel Promosi Jamsostek, di Provinsi Babel ternyata Program Jamsostek laku dijual

Pic by Muhammad Akip, 26 Maret 2009


Read more...

Slide Kunjungan Bapak Dirut PT. Jamsostek (Persero)